Oleh : Syamhunter
Gonjang ganjing kehidupan pasti ada suka dan duka, kecewa dan bahagia. Terkadang, manusia hanya perlu mengambil hikmah dari apa yang terjadi, apa yang dialami, untuk kemudian dijadikan bahan refleksi di masa yang akan datang.
Hidup didunia ini tidak ada yang kekal dan abadi, hanya tempat persinggahan, jadi pada prinsipnya semua yang kamu miliki, Apartemen, Mobil, Harta yang banyak, Istri, Anak, Saudara, semuanya hanyalah titipan dari Allah SWT, dan akan kembali keasalnya yaitu Alam Akhirat .
Jadi Jika sedang berbahagia, maka bergembiralah secukupnya. dan jika sedang bersedih, menangislah secukupnya juga. Karena dibalik kejadian itu pasti terdapat hikmah yang dapat disadari, cepat atau lambat.
“Jangan khawatir, apa pun yang hilang darimu akan kembali lagi dalam wujud lain. Janganlah kamu bersumpah cita, sesungguhnya Allah selalu bersama kita. Orang yang terkaya adalah orang yang menerima bagian (taqdir) dari Allah dengan senang hati.” Dan kamu sedih cita, sesungguhnya Allah selalu bersama kita.”
“Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapa pun, karena yang menyukaimu tidak membutuhkannya. Dan yang mem “Dunia ini ibarat bayangan. Kalau kau berusaha menangkapnya, ia akan lari.
Berpikirlah positif, tidak peduli seberapa kerasnya kehidupanmu.” kamu merasa lemah dan jangan bersedih, sebab kamu paling tinggi derajatnya jika kamu beriman. Sejujurnya pertolongan akan datang bersama kesabaran, “Orang yang terkaya adalah orang yang menerima bagian (taqdir) dari Allah dengan senang hati.
Allah yang mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Kita adalah makhluk yang suka menyalahkan dari luar, tidak menyadari bahwa masalah biasanya berasal dari dalam.
“Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.Syuura
“Hati menjadi resah dan gelisah ketika kita terbiasa berandai-andai dalam menyikapi persoalan hidup. Allah tidak mendudukkan seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
Hiduplah sebagaimana semaumu, tapi ingat, bahwa kamu akan mati. Dan mencintailah siapa yang kamu sukai, namun ingat, kamu akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah seperti yang Anda kehendaki, namun ingat, Anda pasti akan menerima balasannya nanti.
“Pemikiran hanya akan menjadi besar dan dapat hidup di antara kita, jika diperjuangkan dengan sebuah pengorbanan yang penuh totalitas.
“Renungkanlah diri anda, masa lalu, masa kini, dan masa depan anda. Karena pengetahuan yang paling berharga adalah pengetahuan tentang dirinya.
Siapa yang berhasil mengenal sifat dirinya, maka dia berpotensi mengenal sifat Tuhannya.
“Setiap perjuangan pasti ada tantangan. Jika tidak melawan, jangan berjuang. Namun hidup sendiri pun adalah perjuangan.
“Tuhan memberiku sindrom Parkinson ini untuk menunjukkan kalau Aku bukanlah “Yang Terhebat”. Melainkan hanya Dia (Tuhan).
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Berpikirlah positif, tidak peduli seberapa kerasnya kehidupanmu.
“Kita adalah makhluk yang suka menyalahkan dari luar, tidak menyadari bahwa masalah biasanya berasal dari dalam.
Dunia ini mengibarat bayangan. Kalau kau berusaha menangkapnya, ia akan lari. Tapi jika kau membelakanginya, ia tak punya pilihan selain mengikutimu. Dan Balas dendam terbaik adalah menjadikan dirimu lebih baik.”
“Janganlah kamu bersumpah cita, sesungguhnya Allah selalu bersama kita. Jangan bersumpah, apa pun yang hilang darimu akan kembali lagi dalam wujud lain.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia sangat baik bagimu, boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia sangat buruk bagimu. Allah yang mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
“Jangan kamu merasa lemah dan jangan bersedih, karena kamu paling tinggi derajatnya jika kamu beriman. Dan Jangan bersedih. Sungguh bantuan akan datang bersama kesabaran.
“Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.”
𝙋𝙚𝙣𝙪𝙡𝙞𝙨 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 : 𝘾𝙀𝙊 𝙋𝙏. 𝘽𝙚𝙙𝙖𝙝 𝙉𝙪𝙨𝙖𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙄𝙣𝙙𝙤𝙣𝙚𝙨𝙞𝙖





