Bedahindonesia.com || GRESIK – Warga Dusun Wahas, Kelurahan Wahas, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, menggelar tradisi Sedekah Bumi dengan meriah. Kegiatan yang menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki dan hasil bumi tersebut dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian tradisional Ludruk Budhi Wijaya.
Acara berlangsung penuh kebersamaan dengan dihadiri sesepuh Dusun Wahas, tokoh masyarakat (tomas), tokoh agama (toga), jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD), ketua RT/RW, Karang Taruna Dusun Wahas, serta masyarakat setempat. Jum’at (30/10/2026) siang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan arak-arakan hasil bumi yang diikuti seluruh warga Dusun Wahas. Berbagai hasil bumi diarak keliling dusun sebagai simbol rasa syukur atas karunia dan rezeki yang telah diberikan oleh Allah SWT, sekaligus melestarikan tradisi warisan leluhur.
Usai arak-arakan, panitia juga membagikan berbagai macam hadiah doorprize yang menambah semarak suasana dan antusiasme warga. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan hiburan kesenian tradisional Ludruk Budhi Wijaya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Kepala Kelurahan Wahas, Maskur, Ajak Warga Perbanyak Rasa Syukur
Dalam sambutannya, Kepala Kelurahan Wahas, Maskur, mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
“Kita harus banyak bersyukur. Dalam acara Sedekah Bumi inilah wujud syukur kita kepada Allah SWT. Semoga pada tahun-tahun mendatang kita semua diberikan kesehatan dan rezeki yang melimpah. Semoga para petani kita juga diberikan hasil panen yang melimpah,” ungkap Maskur.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, mempererat tali persaudaraan, serta membiasakan diri berbuat baik terhadap sesama.
“Marilah kita tetap bersyukur dan berbuat baik kepada sesama, karena tujuan hidup adalah untuk memperoleh keberkahan. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” tambahnya.
Camat Balongpanggang: Sedekah Bumi sebagai Wujud Syukur, Tolak Balak, dan Mempererat Kerukunan
Sementara itu, Camat Balongpanggang, Nursalim, S.H., M.M., menyampaikan bahwa tradisi Sedekah Bumi memiliki makna penting bagi kehidupan masyarakat, terutama sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Menurutnya, Sedekah Bumi tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga mengandung doa dan harapan agar seluruh masyarakat senantiasa diberikan keselamatan, dijauhkan dari marabahaya, serta hidup dalam suasana yang rukun dan harmonis.
“Tujuan Sedekah Bumi ini adalah untuk bersyukur atas nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita. Tujuan lainnya adalah sebagai doa tolak balak, semoga seluruh warga diberikan keselamatan. Selain itu, Sedekah Bumi juga menjadi sarana untuk mempererat guyub rukun antarwarga,” tutur Nursalim.
Ia juga mengapresiasi masyarakat Dusun Wahas yang tetap menjaga dan melestarikan tradisi tersebut secara bersama-sama.
“Ini terbukti dengan semangat guyub rukun masyarakat dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Terima kasih sudah menyelenggarakan tradisi yang baik ini. Semoga semuanya diberikan kesehatan, keselamatan, serta rezeki yang berkah,” imbuhnya.
Hujan Turun Usai Arak-arakan, Warga Berharap Menjadi Berkah bagi Petani
Suasana Sedekah Bumi semakin berkesan ketika hujan turun setelah rangkaian arak-arakan hasil bumi selesai dilaksanakan. Momen tersebut disambut dengan penuh rasa syukur oleh masyarakat, terlebih bagi para petani yang menggantungkan penghidupan pada hasil pertanian.
Bagi masyarakat setempat, hujan yang turun menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan alam serta harapan agar lahan pertanian memperoleh kecukupan air sehingga dapat menghasilkan panen yang melimpah.
Tradisi Sedekah Bumi Dusun Wahas pun menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, melestarikan kesenian dan budaya lokal, serta menanamkan nilai-nilai gotong royong kepada generasi muda.
Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap tradisi Sedekah Bumi dapat terus dilestarikan dari generasi ke generasi. Tidak hanya sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai sarana mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan memohon keberkahan bagi seluruh warga Dusun Wahas.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, warga berharap Dusun Wahas senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, rezeki yang melimpah, serta hasil pertanian yang semakin baik pada tahun-tahun mendatang. (Yun)





