Bedahindonesia.com || Gresik – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti kegiatan Sedekah Bumi yang digelar masyarakat Dusun Kambingan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, di balai desa, Sabtu (18/04/2026). Tradisi tahunan ini menjadi wujud rasa syukur warga atas nikmat kesehatan, kelimpahan rezeki dari sektor pertanian, peternakan, hingga perikanan.
Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin tokoh masyarakat, dilanjutkan dengan prosesi tasyakuran yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Kambingan Iskandar beserta perangkat desa, Tim Penggerak PKK, unsur TNI yang diwakili Babinsa Suroto, tokoh masyarakat (tomas), RT/RW, LPMD, serta Karang Taruna.
Keunikan Sedekah Bumi tahun ini tampak dari gunungan hasil bumi yang tersusun rapi dari berbagai hasil pertanian seperti sayuran, buah-buahan, hingga hasil perikanan. Gunungan tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus harapan akan keberkahan yang terus berlanjut.
Kepala Desa Kambingan, Iskandar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa terselenggaranya kegiatan ini tidak berasal dari iuran warga. “Alhamdulillah, acara ini bisa terlaksana tanpa adanya tarikan iuran dari masyarakat. Semua bersumber dari dana persewaan waduk desa,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh warga untuk terus mensyukuri nikmat kesehatan. “Mari kita mensyukuri kesehatan, supaya kita bisa terus bekerja dan beraktivitas setiap hari,” imbuhnya. Iskandar juga berharap masyarakat tetap menjaga kerukunan. “Saya harap seluruh warga di semua bidang bisa hidup guyub rukun,” tegasnya.

Selain itu, ia turut mengingatkan warga untuk taat membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melalui balai desa serta meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya pinjaman online ilegal dan judi online yang dapat merugikan masyarakat.
Acara dimeriahkan dengan pergelaran seni budaya, yakni pertunjukan wayang kulit oleh Ki Dalang Suparno Hadi dari Driyorejo, serta penampilan kesenian Tari Remo yang menambah semarak suasana. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana spiritual, tetapi juga ajang pelestarian budaya lokal yang terus dijaga oleh masyarakat Dusun Kambingan. (Yun)





