GMBI Gresik Gandeng TNI-Polri Tandur Padi di Benjeng, Dorong Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani

Bedahindonesia.com || GRESIK — Sinergi antara organisasi masyarakat, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan pertanian di Kabupaten Gresik. LSM GMBI Distrik Gresik bersama jajaran Koramil dan Polsek Benjeng melaksanakan kegiatan tandur padi di area persawahan Desa Punduttrate, Kecamatan Benjeng, sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Kegiatan tersebut diikuti sejumlah anggota TNI yang mengenakan seragam loreng, anggota Polri, kader LSM GMBI, serta warga dan para petani setempat. Mereka bersama-sama turun langsung ke lahan persawahan untuk melakukan penanaman bibit padi.

Usai melaksanakan tandur, seluruh peserta kemudian beristirahat dan makan bersama di bawah pohon di sekitar pematang sawah. Suasana sederhana tersebut justru memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong antara aparat, organisasi masyarakat, dan warga.

Ketua LSM GMBI Distrik Gresik, Mohammad Hudin, mengatakan keterlibatan pihaknya secara langsung dalam kegiatan pertanian merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap keberlangsungan sektor pertanian dan ketahanan pangan masyarakat.

“Ini bukan hanya seremonial. Kami ingin hadir bersama TNI-Polri dan masyarakat untuk memastikan lahan produktif tetap terjaga dan petani mendapatkan dukungan. Ketahanan pangan berawal dari desa,” ujar Mohammad Hudin di sela kegiatan.

Menurutnya, kegiatan tandur kali ini memiliki arti penting karena merupakan masa tanam ketiga setelah sebelumnya LSM GMBI bersama masyarakat melakukan upaya peningkatan daya tampung waduk atau embung di Desa Punduttrate.

Mohammad Hudin menjelaskan, langkah pendalaman waduk tersebut dilakukan dengan tujuan meningkatkan kapasitas tampungan air sehingga ketersediaan air untuk lahan pertanian dapat lebih terjaga, terutama ketika memasuki musim kemarau.

“Yang saat ini kami lakukan bersama Polsek dan Koramil adalah masa tanam ketiga. Semoga masa tanam yang mencapai sekitar 15 hektare ini dapat menghasilkan panen maksimal sehingga kebutuhan pangan masyarakat dapat tercukupi,” ungkapnya.

Ia menegaskan, upaya peningkatan daya tampung embung tersebut merupakan bagian dari komitmen LSM GMBI dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.

Menurutnya, meskipun sempat mendapat kritik dari sejumlah pihak di luar desa, LSM GMBI tetap berkomitmen menjalankan kegiatan tersebut karena berkaitan langsung dengan kepentingan dan kesejahteraan para petani.

“Tidak sedikit yang mengkritik dari luar desa. Namun, karena komitmen kami teguh untuk memberdayakan ekonomi masyarakat melalui pertanian dan mewujudkan swasembada pangan, peningkatan daya tampung embung tetap kami lakukan. Ini menyangkut kesejahteraan dan kemakmuran warga petani Desa Punduttrate,” tegasnya.

Pendalaman Waduk Dinilai Beri Manfaat bagi Petani

Sementara itu, Kepala Desa Punduttrate, Muslik, S.H., M.H., bersama warga setempat membenarkan bahwa pendalaman waduk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani.

Muslik menjelaskan bahwa Desa Punduttrate merupakan wilayah yang sebagian besar mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan pertanian. Kondisi tersebut membuat ketersediaan air menjadi persoalan ketika memasuki musim kemarau.

“Kita semua memahami bahwa Desa Punduttrate merupakan wilayah tadah hujan. Saat musim hujan, air sangat melimpah. Namun ketika memasuki musim kemarau, kondisi air menjadi kering, bahkan sumur bor juga tidak semuanya mengeluarkan air,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan waduk yang telah dilakukan pendalaman menjadi salah satu solusi untuk membantu menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Ia mengapresiasi keterlibatan LSM GMBI yang melakukan pendalaman waduk melalui berbagai kajian serta dukungan pembiayaan hingga kegiatan tersebut dapat terealisasi.

“Dengan adanya pendalaman waduk yang dilakukan LSM GMBI, manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat, terutama para petani. Saat ini kondisi waduk masih aman dan debit air juga cukup untuk mendukung kebutuhan persawahan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan sejumlah warga dan petani Desa Punduttrate. Mereka mengaku terbantu dengan meningkatnya kapasitas tampungan air waduk, terlebih dalam mendukung pola tanam dan menjaga keberlangsungan pertanian.

Keterlibatan TNI dan Polri dalam kegiatan tandur juga dinilai semakin memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat. Kehadiran aparat kewilayahan bersama organisasi masyarakat dan pemerintah desa menunjukkan bahwa upaya menjaga ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi lintas elemen.

Pantauan di lokasi, kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Sejumlah umbul-umbul bertuliskan LSM GMBI terlihat terpasang di sekitar area persawahan. Hamparan lahan pertanian menjadi gambaran bahwa sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang utama kehidupan masyarakat Desa Punduttrate.

Melalui kegiatan tandur padi tersebut, LSM GMBI Distrik Gresik menegaskan komitmennya untuk terus terlibat dalam berbagai persoalan kerakyatan, khususnya penguatan sektor pertanian, ketahanan pangan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Dengan kolaborasi antara LSM GMBI, TNI-Polri, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan produktivitas pertanian di Desa Punduttrate dapat terus meningkat, sehingga mampu mendukung terciptanya ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan para petani. (Yun)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *