Bedahindonesia.com || BLITAR – Peristiwa tragis terjadi di Desa Popoh, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, pada Kamis (23/10/2025) sekitar pukul 11.11 WIB. Seorang balita laki-laki berusia 3 tahun berinisial A.R.R. meninggal dunia diduga akibat tersengat listrik dari gardu tiang trafo (GTT) milik PLN yang terpasang di halaman depan rumah orang tuanya.
Menurut keterangan pelapor, Bangun Rohadi (37), yang merupakan ayah korban sekaligus warga setempat, saat kejadian dirinya sedang bekerja di tempat pencucian motor. Korban saat itu hanya berada di rumah bersama neneknya, Nur Janah, karena sang ibu, Maria Ulfa (32), tengah bekerja di sebuah toko di Selopuro, sementara kakek korban, Sabar (53), sudah berangkat ke sawah.
Sekitar pukul 11.30 WIB, nenek korban yang sedang mencuci sempat mencari cucunya yang tak terlihat di dalam rumah. Setelah mencari ke depan rumah, ia menemukan cucunya sudah dalam keadaan terlentang tak bernyawa di dekat kotak gardu listrik PLN yang berada di halaman rumah.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan mengenakan kaos warna biru dan celana pendek coklat muda. Pada telapak tangan kanan korban terdapat luka bakar yang diduga akibat sengatan arus listrik.
Barang bukti berupa rekaman CCTV dari toko di sekitar lokasi telah diamankan pihak berwenang untuk keperluan penyelidikan. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian, diduga kuat penyebab musibah ini adalah kelalaian pengamanan pada box gardu PLN yang tidak terkunci sehingga mudah diakses. Selain itu, kurangnya pengawasan terhadap anak turut menjadi faktor pendukung terjadinya insiden.
Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan pemeriksaan terhadap petugas PLN guna mendalami dugaan kelalaian dalam perawatan fasilitas kelistrikan tersebut. Sementara itu, pihak keluarga korban melalui sang ayah menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah anaknya, dan akan melengkapi surat pernyataan resmi penolakan autopsi.
Kasubsi PIDM SIHUMAS Polres Blitar, IPDA Putut Siswahyudi, membenarkan kejadian tersebut dan menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa keluarga korban. (Yun)





