Jakarta-BI.com – Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Ir. Restuardy Daud, M.Sc turut memberikan ucapan selamat pada pembukaan acara International Mayors Forum (IMF) 2024 yang digelar di Hotel Grand Hyatt Jakarta, beberapa waktu lalu.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pembangunan Berkelanjutan dan Perserikatan Kota dan Pemerintah Daerah Asia Pasifik (UCLG ASPAC) dengan mengundang beberapa pimpinan daerah dari berbagai negara, termasuk Afrika, Amerika Latin, Asia Tenggara, dan kawasan lainnya.
Dalam sambutannya, Restuardy menyampaikan bahwa Indonesia termasuk salah satu negara yang berkomitmen dalam pencapaian SDGs dan telah menunjukkan hasil yang progresif dalam pencapaian target SDGs.
Indonesia sebagai salah satu negara yang berkomitmen terhadap pelaksanaan SDGs telah mengambil berbagai langkah strategis untuk mengintegrasikan SDGs ke dalam kebijakan dan program pembangunan nasional dan juga pembangunan di daerah.
Upaya pencapaian target SDGs di Indonesia saat ini mulai menunjukkan hasil yang progresif. Laporan Pembangunan Berkelanjutan 2023 menunjukkan Indonesia berada di peringkat 75 dunia dalam pencapaian SDGs, melonjak dari posisi 102 dalam empat tahun terakhir,” ujar Restuardy, dalam rilis yang diterima redaksi, Rabu (10/7/2024).
Meski demikian, Restuardy mengingatkan bahwa Indonesia masih memiliki banyak PR dalam pencapaian SDGs, dan dalam pelaksanaannya membutuhkan peran dari seluruh elemen masyarakat.
“Kami menyadari bahwa Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan rumah dalam pencapaian SDGs. Keberhasilan pencapaian SDGs tidak hanya bergantung pada upaya pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk sektor swasta, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil” jelas Restuardy.
Lebih lanjut, Restuardy menggambarkan berbagai permasalahan global dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan yang masih harus menjadi perhatian bersama, baik dalam aspek pendidikan, kemiskinan, pertanian dan pangan serta peningkatan urbanisasi yang menjadi tantangan dalam pencapaian SDGs.
“Itulah mengapa sangat relevan pelaksanaan Forum Walikota Internasional tahun ini berfokus pada pembahasan 6 perubahan kunci sebagai jalur investasi untuk mencapai SDGs yang mencakup sistem pangan, akses dan keterjangkauan energi, konektivitas digital, pendidikan, lapangan kerja, perlindungan sosial, perubahan iklim, keanekaragaman hayati dan polusi” ungkapnya.
Restuardy menyampaikan agar dapat mengakselerasi pencapaian SDGs, perlu ada beberapa aspek yang harus ditingkatkan pelaksanaannya.
Kolaborasi antar daerah baik skala nasional maupun internasional perlu dilakukan. Hal ini juga memungkinkan pertukaran ide dan teknologi yang dapat mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi setiap daerah.
Lebih lanjut disampaikan bahwa kita perlu terus mendorong inovasi di berbagai sektor, mulai dari penggunaan energi terbarukan, pengelolaan limbah yang ramah lingkungan, serta berbagai inovasi teknologi seperti digitalisasi di sektor lainnya. Perlu dipastikan bahwa setiap kebijakan dan program yang kita jalankan melibatkan masyarakat secara aktif dan inklusif, sesuai dengan prinsip SDGs bahwa tidak ada seorang pun yang tertinggal.
Peran pemimpin daerah sangat penting sebagai garda terdepan dalam implementasi kebijakan dan program yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Restuardy berharap seluruh peserta yang merupakan pemimpin daerah dari berbagai negara dapat memanfaatkan forum ini untuk berbagi pengetahuan dalam rangka aksi percepatan SDGs di tingkat lokal.
“Kita semua dapat saling belajar dari pengalaman dan praktik terbaik yang telah dilakukan oleh berbagai negara dan organisasi. Dengan adanya kerjasama internasional yang erat dan sinergi yang kuat, kita akan dapat mengatasi berbagai tantangan global yang kompleks dan dinamis, serta menciptakan dunia yang lebih baik dan berkelanjutan bagi generasi mendatang” ujar Restuardy. (Merah/01).





