Sedekah Bumi Dusun Pengalangan Digelar Dua Hari, Warga Diimbau Jaga Keamanan Saat Orkes Ki Ageng

GRESIK – Tradisi Sedekah Bumi Dusun Pengalangan, Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, digelar selama dua hari berturut-turut, Sabtu hingga Minggu (22–23/08/2026). Rangkaian kegiatan berlangsung meriah dengan memadukan pelestarian seni budaya, doa bersama, tasyakuran hingga pertunjukan musik.

Kegiatan diawali pada Sabtu (22/08/2026) malam dengan pergelaran Ludruk Karya Budaya. Pertunjukan kesenian tradisional tersebut mendapat antusiasme masyarakat yang hadir untuk menikmati hiburan sekaligus melestarikan budaya lokal.

Kemudian pada Minggu (23/08/2026) pagi, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan tasyakuran Sedekah Bumi. Acara tersebut menjadi momentum bagi masyarakat Dusun Pengalangan untuk memanjatkan rasa syukur serta memohon keberkahan, keselamatan dan kelancaran rezeki bagi seluruh warga.

Setelah rangkaian doa dan tasyakuran, masyarakat kembali disuguhi hiburan berupa pertunjukan Orkes Ki Ageng yang berlangsung pada siang hingga sore hari.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wongso Negoro, S.H., M.Si. serta sejumlah tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bu Polo Ira mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya acara, khususnya pertunjukan orkes.

Ia meminta agar warga tidak melakukan tawuran dan menjaga suasana tetap aman serta kondusif sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan lancar.

“Kami menghimbau kepada seluruh warga agar menjaga situasi supaya tetap aman dan kondusif. Jangan sampai terjadi tawuran dan mari kita bersama-sama menjaga agar acara orkes dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Bu Polo Ira juga menyampaikan bahwa jajaran Polres Gresik akan menyiapkan sekitar 100 personel kepolisian untuk membantu pengamanan kegiatan. Selain itu, disiapkan pula 8 personel pemadam kebakaran (Damkar) dan 4 petugas medis untuk mendukung keamanan serta pelayanan selama kegiatan berlangsung.

Menurutnya, pengamanan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu jalannya kegiatan.

“Kami berharap acara orkes yang dilaksanakan siang sampai sore dapat berjalan aman dan tidak ada tawuran. Jangan ada yang membawa narkoba, minuman keras maupun senjata tajam,” tegasnya.

Ia juga meminta kepada panitia agar melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung sebelum memasuki lokasi acara sebagai langkah antisipasi dan menjaga keamanan bersama.

“Mohon kepada panitia, sebelum ada yang masuk agar bisa diperiksa terlebih dahulu,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pengalangan, Ahyar Abdul Mutholip, S.Pd., yang akrab disapa Tholip, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian terhadap pembangunan dan kemajuan Desa Pengalangan.

Ia menyampaikan bahwa pengalaman salah satu tokoh yang sebelumnya pernah duduk di DPRD sebagai Ketua Komisi, kemudian menjadi Ketua Fraksi dan kini dipercaya sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap percepatan pembangunan Desa Pengalangan.

“Sehingga diharapkan program pembangunan Desa Pengalangan bisa lebih cepat,” ungkapnya.

Tholip juga memberikan apresiasi kepada Universitas Wijaya Putra, khususnya para dosen dan mahasiswa yang hadir dalam kegiatan Sedekah Bumi Dusun Pengalangan.

Menurutnya, hubungan antara Desa Pengalangan dengan Universitas Wijaya Putra telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pada tahun ini, Universitas Wijaya Putra kembali memberikan program yang dinilai berpihak kepada masyarakat, khususnya berkaitan dengan permasalahan sampah.

Ia juga mengingat kembali program yang telah diberikan Universitas Wijaya Putra bersama mahasiswa KKN pada tahun sebelumnya. Program tersebut tidak hanya berupa kegiatan KKN biasa, tetapi juga memberikan bantuan kepada Desa Pengalangan melalui BUMDes, di antaranya pengembangan ternak lele di sekitar tiga tempat serta budidaya sayuran dengan metode hidroponik.

“Beberapa tahun yang lalu juga pernah memberikan seperangkat alat komputer dan alat pencacah rumput untuk Gapoktan Desa Pengalangan,” jelas Tholip.

Dalam kesempatan tersebut, Tholip turut menyampaikan harapan agar tradisi Sedekah Bumi memberikan keberkahan bagi seluruh masyarakat.

“Semoga semua warga Dusun Pengalangan yang melaksanakan Sedekah Bumi ini mudah-mudahan selalu diberikan rezeki yang berlebih,” harapnya.

Selain membahas kegiatan masyarakat, Tholip juga menyampaikan informasi mengenai program keringanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Ia mengatakan, masyarakat mendapatkan diskon 20 persen dan bebas denda untuk pembayaran PBB mulai 17 Agustus hingga 17 September.

Ia mengimbau warga yang belum membayar PBB agar memanfaatkan program tersebut. Pembayaran tidak harus dilakukan di kantor kecamatan, tetapi dapat dilakukan melalui aplikasi menggunakan telepon seluler masing-masing maupun melalui gerai Alfamart dan Indomaret.

“Bagi yang belum bayar, manfaatkan program yang sangat bagus dari pemerintah. Membayar tidak harus di kecamatan, bisa melalui aplikasi dari HP masing-masing atau bisa di Alfamart dan Indomaret,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pada 1 September akan ada petugas yang datang ke Desa Pengalangan untuk membantu masyarakat yang belum melakukan pembayaran.

Selain persoalan PBB, Kepala Desa Pengalangan mengingatkan warga mengenai pentingnya tertib administrasi kependudukan, khususnya bagi keluarga yang anggota keluarganya telah meninggal dunia tetapi belum memiliki akta kematian.

Ia meminta masyarakat agar tidak mengabaikan dokumen tersebut karena akta kematian dapat dibutuhkan untuk berbagai keperluan administrasi di kemudian hari.

Menurutnya, apabila data seseorang yang telah meninggal sudah terhapus dan kemudian keluarga membutuhkan dokumen terkait, proses pengurusan dapat menjadi lebih sulit karena membutuhkan sejumlah bukti dan persyaratan yang harus dipenuhi.

“Kalau ada saudara atau keluarga kita yang sudah meninggal dunia tetapi belum memiliki akta kematian, saya berharap diperhatikan. Kalau sudah terhapus kemudian ada keperluan dari akta kematian tersebut, pengurusannya akan susah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam proses pengurusan diperlukan bukti yang akurat. Pihak keluarga harus hadir dan membawa sejumlah dokumen pendukung, termasuk foto batu nisan yang mencantumkan identitas almarhum serta menghadirkan dua orang saksi dari pihak keluarga. Selanjutnya, proses pengurusan dilakukan melalui Dispendukcapil.

“Karena pentingnya administrasi, tolong diperhatikan,” pungkasnya.

Rangkaian Sedekah Bumi Dusun Pengalangan selama dua hari tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi dan budaya lokal. Dengan dukungan pemerintah desa, masyarakat, aparat keamanan, panitia serta berbagai pihak terkait, kegiatan diharapkan berlangsung aman, tertib dan memberikan manfaat bagi seluruh warga. (Yun)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *