Sambas-Kalbar-BI.com – Jembatan yang rusak bertahun-tahun, namun tak kunjung mendapat perhatian Pemerintah Desa, menggerakan warga sebuah Desa Seburing yang bergotong royong membenahi jembatan.
Aksi yang dilakukan mereka ada di 3 (tiga) Dusun diantaranya, Dusun Makmur, Dusun Kartini, dan Dusun Mulia, Desa Seburing Kecamatan Semparuk Kabupaten Sambas, Minggu (02/06/2024).
Dari hasil pantaun awak media, mewawancarai Ketua RT Ulan mengatakan, saya selaku Ketua RT 6, kegiatan gotong royong ini ” Rutin ” kami lakukan. Semua atas inisiasi warga di RT 6, dan RT 7, RW 8, karena ini jalan dan jembatan akses satu-satunya bagi warga kami untuk melakukan aktivitas,” ujarnya.
Pasalnya, akses jalan dan jembatan tersebut, tentu ini titik nadi bagi kami, karena di daerah kami mayoritas petani dan pekebun.
Hasil dari pertanian dan perkebunan tentu menggunakan jalan ini, jadi kalau tidak kami melakukan gotong royong untuk pembenahan jalan dan jembatan yang rusak,” tentu akan menyulitkan bagi warga kami untuk melakukan aktivitas sehari-hari,” Imbuhnya Ulan nada dengan berharap.
Lanjutnya Ulan, jalan dan jembatan yang setiap hari kami gunakan dan lewati ini, jalanya kecil.
Sebenarnya tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda 4 (empat), namun semua itu tetap dipaksakan untuk melewati kendaraan roda 4 (empat).
Sebab, untuk kebutuhan warga demi kelancaran dan kemudahan, juga untuk menunjang perekonomian dari hasil petani dan berkebun,” tuturnya.
Masih Ulan, ada 6 (enam) jembatan yang rusak yang selalu kami benahi dengan memasang batong pohon kelapa di jembatan itu untuk bisa melewati roda 4 (empat),” Paparnya.
Begitu juga, salah satu warga yang tidak ingin disebutkan dirinya menyampaikan, kami khusus nya di RT 6/7 ini sangat mengeluhkan dengan kondisi jalan dan jembatan.
Karena selama ini, kami sudah menyampaikan ke pihak Pemerintah Desa Seburing melalui Badan Permusyawaratan Desa (BPD), untuk dibangun pelebaran jalan dan jembatan tersebut ” melalui Dana Desa,” ungkapnya.
Namun, itu semua hanya hisapan jempol belaka,” sebab4, dengan alasan Dana Desa yang ada tidak bisa mengungkap untuk mendukung pembangunan fisik “Jalan dan jembatan,” tuturnya.
Selanjutnya lagi, ia mengatakan, Pemerintah Desa harusnya tau dengan keluhan dan keinginan warganya selama ini. Karena, akses jalan dan jembatan pemukiman di lahan pertanian dan TPU (Tempat menuju Pemakaman Umum). Dimana lahan pertanian itu ada yang dari Desa tetangga, kemudian TPU itu di gunakan untuk 3 (tiga) Desa.
Seperti Desa Seburing, Sepadu dan Desa Singaraya.
Kemudian, selama ini untuk membawa atau mengantarkan jenazah ke pemakaman itu melalui jalur udara. Kadang juga pakai tandu, karena akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda 4 (empat), Keluh warga.
Masih warga, dia mengatakan, untung masih afa Pak Dewan yang memberikan bantuan melalui Dana Aspirasi, untuk membangun jambatan ada satu titik dari 8 titik jembatan yang perlu dibagun dan pelebaran jalan,” namun, masih ada 7 titik jambatan yang diharap kan warga untuk di bagun.
Jadi, kami berharap, kepada Pemerintah Daerah Pak Bupati H.Satono dan Bapak Anggota DPRD Kabupaten Sambas, khususnya Pemerintah Desa Seburing untuk tanggap apa yang selama ini yang di harap kan warga masyarakat yang ada di Dusun Kartini, RT 6/7, karena sudah sekian tahun warga kami merasa teridolir, dan merasa di “Anak Tiri Kan” dari Dusun yang lain yang ada di Desa Seburing,” Tegas warga dengan penuh kecewa. (Rudi/Wardi).





