Bedahindonesia.com || GRESIK – Proses seleksi Perangkat Desa Morowudi, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, kini menjadi sorotan publik. Panitia Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa (P3D) resmi mengumumkan 9 bakal calon perangkat desa yang lolos verifikasi administrasi dan siap melangkah ke tahapan ujian seleksi.
Pelaksanaan ujian ini mendapat perhatian ketat dari masyarakat setempat yang merindukan transparansi, kejujuran, serta profesionalisme tanpa adanya praktik nepotisme maupun intervensi finansial.
Sorotan tegas juga datang dari Ketua Presidium DPP Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), Djaka Hikmatul Aulia, S.E., S.H., M.M., M.Ph., atau yang akrab disapa Gus Aulia. Tokoh yang sudah tidak asing lagi malang melintang di dunia perlindungan konsumen dan selalu berdiri kokoh membela hak-hak masyarakat tertindas ini menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal ketat jalannya seleksi.
Sebagai Tempat Wadah Penguji UNESA Dihimbau Oleh Gus Aulia agar wajib Terbuka, Transparan, Tolak Bahasa titipan, ataupun intervensi, “Ujar Gus Aulia”, dengan tegas.
”Kami dari PWDPI akan terus melakukan pengawasan melekat terhadap seluruh proses yang sedang berjalan hingga hasil ujian diumumkan secara resmi. Jangan sampai ada indikasi permainan, kecurangan, atau transaksi di balik layar,” tegas Gus Aulia.
Masyarakat Desa Morowudi menaruh harapan besar agar lembaga atau universitas yang ditunjuk sebagai tim penguji mampu menjaga independensi, integritas, serta menyajikan penilaian yang murni berdasarkan kemampuan objektif para peserta.
Senada dengan tuntutan warga, Ketua Panitia P3D Desa Morowudi berkomitmen untuk menyelenggarakan tahapan ujian secara bersih dan transparan.
”Kami berharap ujian kali ini dapat berjalan sesuai harapan masyarakat. Prosesnya harus berjalan dengan baik dan objektif, tanpa adanya pengaruh karena kedekatan maupun faktor finansial. Yang dinilai murni adalah kemampuan dan hasil ujian peserta,” ujar Ketua Panitia P3D.
Dukungan senada disampaikan oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Morowudi. Pihaknya menegaskan bahwa BPD akan mengawasi agar seluruh tahapan berjalan akuntabel sehingga hasil akhirnya dapat diterima secara terbuka oleh seluruh warga.
Masyarakat menegaskan, Desa Morowudi tidak hanya membutuhkan perangkat desa yang sekadar menjalankan administrasi, melainkan sosok yang kompeten, berintegritas, dan profesional dalam melayani rakyat.
”Biarkan hasil ujian dan kemampuan murni peserta yang menentukan. Masyarakat berharap tidak ada permainan kecurangan di balik proses seleksi ini,” pungkas warga. (Yun/Yan)





