Bedahindonesia.com || GRESIK – Upaya mempercepat penurunan angka stunting tidak hanya membutuhkan edukasi kesehatan, tetapi juga dukungan lintas sektor dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan penguatan peran kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Wongso Negoro, S.E., S.H., M.Si., Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik, Sudadi, S.E., M.M., Camat Menganti Bagus Arif Jauhari, S.Sos., beserta Sekretaris Kecamatan (Sekcam), serta ibu-ibu PKK yang sekaligus menjadi kader Posyandu dari seluruh desa se-Kecamatan Menganti. Selasa (13/10/2026)
Selain menjadi sarana penguatan kapasitas kader, kegiatan tersebut juga menjadi ruang dialog untuk menyampaikan pertanyaan, keluhan, dan aspirasi mengenai berbagai persoalan yang dijumpai di lapangan. Sejumlah isu yang mengemuka antara lain sanitasi lingkungan, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), administrasi kependudukan, hingga perhatian terhadap kesejahteraan kader Posyandu.
Wongso Negoro Tanggapi Persoalan Sanitasi dan Program MBG
Dalam sesi dialog, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Wongso Negoro, menanggapi pertanyaan persoalan sanitasi yang disampaikan dalam forum tersebut. Ia meminta agar permasalahan di wilayah Mboro dikoordinasikan dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa untuk dikaji bersama sehingga dapat ditemukan solusi yang tepat.
Menurut Wongso, sanitasi lingkungan merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah stunting.
“Silakan berkoordinasi dengan pemerintah agar ada solusi. Di sini ada Pak Camat, monggo dikaji dan didiskusikan dengan baik. Perlu ada rembuk di tingkat kecamatan agar persoalan ini bisa ditangani bersama,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah kecamatan dapat memfasilitasi pembahasan lebih lanjut dengan melibatkan pihak-pihak terkait. Dengan koordinasi tersebut, persoalan sanitasi di masyarakat diharapkan dapat ditangani secara terarah dan berkelanjutan.
Selain sanitasi, Wongso juga menjawab persoalan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk kendala pencairan maupun penghentian sementara operasional yang terjadi dalam sejumlah kasus.
Ia menjelaskan bahwa kendala tersebut dapat berkaitan dengan berbagai faktor operasional. Salah satu persoalan yang disinggung adalah belum tersedianya instalasi pengolahan air limbah (IPAL) pada fasilitas tertentu. Ia juga menyoroti persoalan pemotongan ayam yang menurutnya perlu mendapatkan perhatian dan pembahasan lebih lanjut.
Wongso mendorong agar berbagai kendala tersebut dibahas melalui forum koordinasi atau rembuk bersama sehingga masing-masing pihak dapat menyampaikan persoalan dan mencari penyelesaian sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia juga menjawab pertanyaan tentang administrasi kependudukan warga yang tinggal di kawasan kaplingan Desa Gempol Kurung. Ia berharap pemerintah desa dapat memberikan arahan kepada warga yang telah menetap di wilayah Kecamatan Menganti agar menyesuaikan dokumen kependudukan dengan domisili sebenarnya sesuai prosedur yang berlaku.

Sudadi Tanggapi Aspirasi Kader dan Soroti Insentif Posyandu
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik, Sudadi, S.E., M.M., menyampaikan bahwa perkembangan penanganan stunting di Kecamatan Menganti dinilai cukup baik. Meski demikian, upaya tersebut perlu terus dipertahankan melalui pemantauan dan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak.
Ia menegaskan bahwa Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik terus memberikan perhatian terhadap program yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kader PKK dan Posyandu memiliki posisi penting karena berinteraksi langsung dengan keluarga, ibu hamil, serta balita di lingkungan masing-masing.
“Kami di Komisi IV terus memantau dan memberikan ruang agar bisa bekerja dengan baik, sekaligus menjadi wadah untuk menyuarakan berbagai persoalan yang ada di desa,” ungkap Sudadi.
Menanggapi aspirasi para kader, Sudadi juga menyoroti beban tugas yang harus dijalankan ibu-ibu kader, terlebih bagi mereka yang merangkap beberapa tanggung jawab sekaligus.
Ia berharap aspirasi mengenai kesejahteraan kader, termasuk peningkatan insentif Posyandu, dapat terus menjadi perhatian dan diagendakan untuk dibahas lebih lanjut.
Menurutnya, peran kader perlu didukung karena mereka turut membantu pelaksanaan pelayanan kesehatan dasar, pemantauan tumbuh kembang balita, edukasi gizi, pendampingan ibu hamil, serta penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat.
Dukungan terhadap kader diharapkan tidak hanya berupa peningkatan kapasitas, tetapi juga perhatian terhadap kebutuhan dan keberlangsungan tugas mereka di lapangan.
Kader PKK dan Posyandu Berperan Penting dalam Pencegahan Stunting
Kader PKK dan Posyandu merupakan bagian penting dalam upaya pencegahan stunting sejak dini. Melalui kegiatan Posyandu, kader membantu mendorong pemantauan pertumbuhan balita, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pemenuhan gizi seimbang, serta mengedukasi keluarga mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Namun, upaya penurunan stunting tidak dapat dibebankan kepada kader semata. Diperlukan keterlibatan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, keluarga, serta pihak-pihak terkait untuk mengatasi faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan ibu dan anak.
Persoalan sanitasi, pemenuhan gizi, serta akses terhadap pelayanan kesehatan perlu mendapat perhatian secara terpadu agar program pencegahan stunting berjalan lebih efektif.
Melalui dialog dan penyampaian aspirasi dalam kegiatan tersebut, diharapkan berbagai persoalan yang dihadapi kader dan masyarakat dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi terkait.
Sinergi antara DPRD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kader PKK, dan Posyandu diharapkan semakin kuat sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal. Dengan demikian, upaya percepatan penurunan stunting di Kecamatan Menganti dapat terus ditingkatkan demi mewujudkan generasi Kabupaten Gresik yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (Yun)





