Bedahindonesia.com || Gresik — Pemerintah Desa Boteng, Kecamatan Menganti, menggelar sosialisasi jaringan gas (jargas) bagi rumah tangga pada Selasa (02/12/2025) malam. Kegiatan ini berlangsung di balai desa dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan serta keamanan, di antaranya perwakilan Koramil Menganti, perwakilan Polsek Menganti, Kepala Desa Boteng beserta perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) beserta anggotanya, serta para ketua RT dan RW di lingkungan setempat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa (Suliswati) “Sosialisasi jaringan gas (jargas) ini kami gelar untuk memastikan seluruh warga Desa Boteng memahami secara menyeluruh mekanisme pemasangan, proses pendaftaran, hingga standar keamanan penggunaan jargas di rumah tangga. Dengan hadirnya narasumber Pak Kafid serta dukungan dari Koramil, Polsek, perangkat desa, BPD, dan para ketua RT, kami ingin memastikan bahwa program jargas berjalan transparan, aman, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat”.
Lanjut, Kepala Desa Boteng menuturkan bahwa Desa Boteng merupakan salah satu dari enam desa di Kecamatan Menganti yang menerima program jargas. Ia berharap program ini dapat dimanfaatkan dengan optimal oleh warga, sekaligus menjadi langkah nyata dalam menyediakan energi yang lebih modern dan aman.
Sosialisasi menghadirkan narasumber (Kafid), yang memberikan penjelasan mendalam mengenai mekanisme pemasangan jargas, alur pendaftaran bagi warga, serta standar keamanan dalam penggunaan jaringan gas rumah tangga. Ia menegaskan bahwa program jargas bertujuan menghadirkan sumber energi yang lebih efisien, hemat, sekaligus aman bagi masyarakat.
“Desa Boteng merupakan salah satu dari enam desa di Kecamatan Menganti yang menerima program jargas, dan kami berharap hadir kami bisa memberi manfaat warga. Setiap proses teknis, termasuk penggalian dan pengembalian kondisi jalan, telah diatur agar tidak merugikan masyarakat. Semoga jargas ini menjadi sumber energi yang lebih hemat, aman, dan membantu meningkatkan kenyamanan hidup warga Boteng.” ujar Kafid.
Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul selama sesi tanya jawab. Warga menyoroti sejumlah hal penting seperti teknis pemasangan instalasi jargas di tiap rumah, sistem penutupan otomatis ketika terjadi kebocoran, serta proses pengembalian kondisi jalan setelah penggalian pipa. Menanggapi hal tersebut, narasumber memastikan bahwa setiap penggalian akan dikembalikan seperti semula sehingga tidak menimbulkan kerugian atau gangguan bagi masyarakat.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan sesi diskusi antara warga dan pihak terkait. Pemerintah desa berharap pelaksanaan program jargas berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan energi sehari-hari. (Yun)





